Kamis, 10 Oktober 2013

Panduan Membuat Program Toko dengan Visual Basic dan MySQL

Hellooo....

Ada buku baru looo...
Bagi anda yang bergelut di dunia informatika, yang akan dan sedang skripsi dan yang membutuhkan panduan skripsi, ada buku baru yang berjudul "Panduan Membuat Program Toko dengan Visual Basic dan MySQL".


Jika anda membutuhkan buku panduan membuat program aplikasi Tugas Akhir, Skripsi dan Tesis Ilmu Komputer, anda dapat mengunjungi web http://www.bukuskripsi.com


Sabtu, 13 Juli 2013

Anging (Penuaan)



A.      Definisi aging(Penuaan)
Penuaan (Inggris:Aging) adalah hasil akumulasi dari perubahan organisme atau objek karena waktu. Penuaan pada manusia berkaitan dengan proses multidimensional fisik, psikologis dan perubahan sosial. Umur merupakan ukuran secara kronologis, dan ulang tahun seseorang merupakan hal yang penting dalam masalah "penuaan".
Proses penuaan adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita.
Definisi aging menurut A4M (American Academy of Anti-Aging Medicine) adalah kelemahan dan kegagalan fisik-mental yang berhubungan dengan aging normal disebabkan oleh disfungsi fisiologik, dalam banyak kasus dapat diubah dengan intervensi kedokteran yang tepat.
Webster’s New World Dictionary mendefinisikan aging sebagai proses menjadi tua atau menunjukkan tanda-tanda menjadi tua. Kenyataannya aging dapat dibagi menjadi dua konsep yang berbeda, yaitu : usia kronologis dan usia biologis. Pada saat merayakan hari ulang tahun (merayakan usia kronologis), kadang benar bahwa penampilan sistem tubuh seseorang, dari fungsi mental hingga penampilan seksual sampai kekuatan fisik, lebih baik atau lebih buruk dari yang diperkirakan jika dibandingkan dengan orang yang seusianya (ini adalah contoh usia biologis).

B.       Batasan-Batasan Lanjut Usia
Batasan-batasan lanjut usia menurut beberapa ahli atau beberapa institusi berbeda-beda, berikut adalah batasan-batasan lanjut usia:
1.      Menurut WHO, lanjut usia meliputi :
a.       Usia pertengahan (middle age) ialah kelompok usia 45-59 tahun
b.      Lanjut usia (elderly) ialah kelompok usia antara 60-74 tahun
c.       Lanjut usia tua (old) ialah usia antara 75-90 tahun
d.      Usia sangat tua (very old) ialah usia diatas 90 tahun
2.      Menurut Setyonegoro (2006), pengelompokan lanjut usia sebagai berikut :
a.       Usia dewasa muda (elderly adulthood) ialah kelompok usia 18 atau 20-25 tahun
b.      Usia dewasa penuh (middle years) atau maturitas ialah kelompok usia 25-60 atau 65 tahun
c.       Lanjut usia (geriatric age) ialah kelompok usia > 65 atau 70 tahun, yang terbagi menjadi: umur 70-75 tahun (young old), umur 75-80 tahun (old) dan > 80 tahun (very old)

C.      Mekanisme pada aging
Proses penuaan ditandai penurunan energi seluler yang menurunkan kemampuan sel untuk memperbaiki diri. Terjadi dua fenomena, yaitu penurunan fisiologik (kehilangan fungsi tubuh dan sistem organnya) dan peningkatan penyakit.
Aging adalah suatu penyakit dengan karakteristik yang terbagi menjadi 3 fase yaitu :
1.      Fase subklinik (usia 25-35 tahun)
Kebanyakan hormon mulai menurun : testosteron, growth hormone (GH), dan estrogen. Pembentukan radikal bebas, yang dapat merusak sel dan DNA mulai mempengaruhi tubuh, seperti diet yang buruk, stress, polusi, paparan berlebihan radiasi ultraviolet dari matahari. Kerusakan ini biasanya tidak tampak dari luar. Individu akan tampak dan merasa “normal” tanpa tanda dan gejala dari aging atau penyakit. Bahkan, pada umumnya rentang usia ini dianggap usia muda dan normal.
2.      Fase transisi (usia 35-45 tahun)
Selama tahap ini kadar hormon menurun sampai 25 persen. Kehilangan massa otot yang mengakibatkan kehilangan kekuatan dan energi serta komposisi lemak tubuh yang meninggi. Keadaan ini menyebabkan resistensi insulin, meningkatnya resiko penyakit jantung, pembuluh darah, dan obesitas. Pada tahap ini mulai muncul gejala klinis, seperti penurunan ketajaman penglihatan- pendengaran, rambut putih mulai tumbuh, elastisitan dan pigmentasi kulit menurun, dorongan seksual dan bangkitan seksual menurun. Tergantung dari gaya hidup, radikal bebas merusak sel dengan cepat sehingga individu mulai merasa dan tampak tua. Radikal bebas mulai mempengaruhi ekspresi gen, yang menjadi penyebab dari banyak penyakit aging, termasuk kanker, arthritis, kehilangan daya ingat, penyakit arteri koronaria dan diabetes.
3.      Fase Klinik (usia 45 tahun keatas)
Orang mengalami penurunan hormon yang berlanjut, termasuk DHEA (dehydroepiandrosterone), melatonin, GH, testosteron, estrogen, dan hormon tiroid. Terdapat juga kehilangan kemampuan penyerapan nutrisi, vitamin, dan mineral sehingga terjadi penurunan densitas tulang, kehilangan massa otot sekitar 1 kilogram setiap 3 tahun, peningkatan lemak tubuh dan berat badan. Di antara usia 40 tahun dan 70 tahun, seorang pria kemungkinan dapat kehilangan 20 pon ototnya, yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk membakar 800-1.000 kalori perhari. Penyakit kronis menjadi sangat jelas terlihat, akibat sistem organ yang mengalami kegagalan. Ketidakmampuan menjadi faktor utama untuk menikmati “tahun emas” dan seringkali adanya ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-harinya. Prevalensi penyakit kronis akan meningkat secara dramatic sebagai akibat peningkatan usia.

D.      Teori Penyebab Proses Penuaan
Sebenarnya banyak teori yang menjelaskan mengapa manusia mengalami proses penuaan. Tetapi, pada dasarnya semua teori itu dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu teori wear and tear dan teori program.


Ada 4 teori pokok dari aging, yaitu:
1.      Teori “wear and tear
Teori “Wear and Tear” disebut juga teori “Pakai dan Lepas”. Teori ini memberi kesan bahwa hilangnya sel secara normal akibat dari perubahan dalam kehidupan sehari-hari dan penumpukan rangsang subletal dalam sel yang berakhir dengan kegagalan sistem yang cukup besar sehingga keseluruhan organisme akan mati.Teori ini memberikan penjelasan yang baik mengapa kegagalan jantung dan system saraf sentral merupakan penyebab yang sering pada kematian; sel-sel yang mempunyai fungsi penting pada jaringan ini tidak mempunyai kemampuaan regenerasi.Teori ini sama sekali tergantung pada pandangan statistik penuaan. Pada teori ini kita mempunyai harapan hidup yang sama bagi setiap individu, namun perubahan panjang umur setiap individu diakibatkan oleh perubahan pola hidup dari individu itu sendiri
Berbagai mekanisme seluler dan subseluler yang diperkirakan sebagai penyebab kesalahan penumpukan yang menyebabkan terjadinya penuaan sel adalah:
a.       ikatan silang protein
b.      ikatan silang DNA
c.       mutasi dalam DNA yang membuat gen yang penting tidak tersedia atau berubah fungsinya
d.      kerusakan mitokondria
e.       cacat lain dalam penggunaan oksigen dan nutrisi
Tubuh dan selnya mengalami kerusakan karena sering digunakan dan disalahgunakan (overuse and abuse). Organ tubuh seperti hati, lambung, ginjal, kulit, dan yang lainnya, menurun karena toksin di dalam makanan dan lingkungan, konsumsi berlebihan lemak, gula, kafein, alcohol, dan nikotin, karena sinar ultraviolet, dan karena stress fisik dan emosional. Tetapi kerusakan ini tidak terbatas pada organ melainkan juga terjadi di tingkat sel.

2.      Teori neuroendokrin
Teori ini berdasarkan peranan berbagai hormon bagi fungsi organ tubuh. Hormon dikeluarkan oleh beberapa organ yang dikendalikan oleh hipotalamus, sebuah kelenjar yang terletak di otak. Hipotalamus membentuk poros dengan hipofise dan organ tertentu yang kemudian mengeluarkan hormonnya. Dengan bertambahnya usia tubuh memproduksi hormon dalam jumlah kecil, yang akhirnya mengganggu berbagai sistem tubuh.
3.      Teori Kontrol Genetik
Teori ini fokus pada genetik memprogram sandi sepanjang DNA, dimana kita dilahirkan dengan kode genetik yang unik, yang memungkinkan fungsi fisik dan mental tertentu. Dan penurunan genetik tersebut menentukan seberapa cepat kita menjadi tua dan berapa lama kita hidup.
Proses penuaan kelihatannya mempunyai komponen genetik. Hal ini dapat dilihat dari pengamatan bahwa anggota keluarga yang sama cenderung hidup pada umur yang sama dan umurnya mempunyai umur yang rata-rata sama, tanpa mengikut sertakan meninggal akibat kecelakaan dan penyakit. Mekanisme penuaan yang jelas secara genetik belumlah jelas, tetapi penting jadi catatan bahwa lamanya hidup kelihatannya diturunkan melalui garis wanita dan seluruh mitokondria mamalia berasal dari telur dan tidak ada satupun dipindahkan melalui spermatozoa. Pengalaman kultur sel sugestif bahwa beberapa gen yang mempengaruhi penuaan terdapat pada kromosom 1, tetapi bagaimana cara mereka mempengaruhi penuaan masih belum jelas. Disamping itu terdapat juga “eksperimen alami” yang baik dimana beberapa manusia dengan kondisi genetik yang jarang (progerias) seperti sindroma Werner menunjukkan penuaan yang premature dan meninggal akibat penyakit usia lanjut seperti ateroma derajat berat pada usianya yang masih belasan tahun atau permulaan remaja.Serupa dengan itu, penderita sindroma Down pada umumnya proses penuaannya lebih cepat dibandingkan dengan populasi lain. Disamping itu fibroblasnya mampu membelah dalam jumlah lebih sedikit di dalam kultur dibandingkan dengan control yang umurnya sama. Tetapi ini masih sangat jauh dari bukti akhir bahwa penuaan merupakan kondisi genetik; hal ini hanya menunjukkan kepada kita bahwa beberapa bentuk penuaan dipengaruhi oleh mekanisme genetik.
4.      Teori Radikal Bebas
Teori ini menjelaskan bahwa suatu organisme menjadi tua karena terjadi akumulasi kerusakan oleh radikal bebas dalam sel sepanjang waktu. Radikal bebas sendiri merupakan suatu molekul yang memilkiki elektron yang tidak berpasangan. Radikal bebas memiliki sifat reaktifitas tinggi, karena kecenderungan menarik elektron dan dapat mengubah suatu molekul menjadi suatu radikal oleh karena hilangnya atau bertambahnya satu elektron pada pada molekul lain. Radikal bebas akan merusak molekul yang elektronnya ditarik oleh radikal bebas tersebut sehingga menyebabkan kerusakan sel, gangguan fungsi sel, bahkan kematian sel. Molekul utama di dalam tubuh yang dirusak oleh radikal bebas adalah DNA, lemak, dan protein. Dengan bertambahnya usia maka akumulasi kerusakan sel akibat radikal bebas semakin mengambil peranan, sehingga mengganggu metabolisme sel, juga merangsang mutasi sel, yang akhirnya membawa pada kanker dan kematian. Selain itu radikal bebas juga merusak kolagen dan elastin , suatu protein yang menjaga kulit tetap lembab, halus, fleksibel, dan elastis. Jaringan tersebut akan menjadi rusak akibat paparan radikal bebas, terutama pada daerah wajah, dimana mengakibatkan lekukan kulit dan kerutan yang dalam akibat paparan yang lama oleh radikal bebas.

Selain teori-teori diatas, beberapa teori lain juga telah dikemukakan untuk menjelaskan proses yang terjadi selama penuaan , antara lain
1.         Programmed Aging theory (Cellular Aging)
Teori ini menyatakan bahwa manifestasi perubahan senescence adalah hasil dari program genetik yang berisi gen menua yang bertanggung jawab terhadap perubahan dan kematian organisme (Miller, 1999).
2.         Cross link theory
Teori ini menyatakan bahwa lemak, protein, karbohidrat dan asam nukleat bereaksi dengan zat-zat kimia atau radiasi untuk membentuk ikatan yang dapat menyebabkan kekakuan dan ketidakstabilan sel-sel tubuh (Lueckenotte, 1996).
3.         Theories of Random Deterioration
Teori ini menyatakan bahwa proses menua terjadi karena adanya akumulasi dari kerusakan sel yang terjadi akibat radikal bebas yang menyerang molekul sehingga merusak membran sel (Miller, 1999).
4.         Immunologis theory
Teori ini menyatakan bahwa semakin tua umur seseorang maka kemampuan sistem imun menurun baik secara kuantitatif maupun kualitatif sehingga kemampuan untuk membedakan sel tubuh dan benda asing menurun, maka banyak terjadi penyakit-penyakit autoimun (Miller, 1999). Pada lanjut usia terjadi gangguan kemampuan pengaturan sel B dan sel T sehingga sel-sel normal atau sel yang sudah menua dianggap sebagai benda asing (Lueckenotte, 1996).
5.         Teori Glikosilasi
Yang menyatakan bahwa proses glikosilasi nonenzimatik yang menghasilkan pertautan glukosa protein yang disebut sebagai advance glycation end product (AGEs) dapat menyebabkan penumpukan protein dan makromolekul lain yang termodifikasi sehingga terjadi disfungsi pada manusia yang menua. Protein glikasi menunjukkan perubahan fungsional, meliputi menurunnya aktivitas enzim dan menurunnya dan menurunnya degradasi protein normal. Manakala manusia menua, AGEs berakumulasi di berbagai jaringan, termasuk kolagen, hemoglobin, lensa mata. Karena muatan kolagennya tinggi, jaringan ikat menjadi kurang elastis dan kaku. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi elastisitas dinding pembuluh darah. AGEs diduga juga berinteraksi dengan DNA dan karenanya mungkin mengganggu kemampuan sel untuk memperbaiki perubahan pada DNA.

E.       Faktor yang mempercepat aging
Berbagai faktor yang dapat mempercepat proses penuaan, yaitu :
1.      Faktor lingkungan
a.    Pencemaran linkungan yang berwujud bahan-bahan polutan dan kimia sebagai hasil pembakaran pabrik, otomotif, dan rumah tangga) akan mempercepat penuaan.
b.    Pencemaran lingkungan berwujud suara bising. Dari berbagai penelitian ternyata suara bising akan mampu meningkatkan kadar hormon prolaktin dan mampu menyebabkan apoptosis di berbagai jaringan tubuh.
c.    Kondisi lingkungan hidup kumuh serta kurangnya penyediaan air bersih akan meningkatkan pemakaian energi tubuh untuk meningkatkan kekebalan.
d.   Pemakaian obat-obat/jamu yang tidak terkontrol pemakaiannnya sehingga menyebabkan turunnya hormon tubuh secara langsung atau tidak langsung melalui mekanisme umpan balik (hormonal feedback mechanism).
e.    Sinar matahari secara langsung yang dapat mempercepat penuaan kulit dengan hilangnya elastisitas dan rusaknya kolagen kulit.
2.      Faktor diet/makanan. Jumlah nutrisi yang cukup, jenis, dan kualitas makanan yang tidak menggunakan pengawet, pewarna, perasa dari bahan kimia terlarang. Zat beracun dalam makanan dapat menimbulkan kerusakan berbagai organ tubuh, antara lain organ hati.
3.      Faktor genetik
Genetik seseorang sangat ditentukan oleh genetik orang tuanya. Tetapi faktor genetik ternyata dapat berubah karena infeksi virus, radiasi, dan zat racun dalam makanan/minuman/kulit yang diserap oleh tubuh.
4.      Faktor psikis
Faktor stres ini ternyata mampu memacu proses apoptosis di berbagai organ/jaringan tubuh.
5.      Faktor organik
Secara umum, faktor organik adalah : rendahnya kebugaran/fitness, pola makan kurang sehat, penurunan GH dan IGF-I, penurunan testosteron, penurunan melatonin secara konstan setelah usia 30 tahun dan menyebabkan gangguan circandian clock (ritme harian) selanjutnya kulit dan rambut akan berkurang pigmentasinya dan terjadi pula gangguan tidur, peningkatan prolaktin yang sejalan dengan perubahan emosi dan stress, perubahan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH).

F.       Perubahan Fisiologis
1.      Sel
a.       Lebih sedikit jumlahnya.
b.      Lebih besar ukurannya.
c.       Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan intraseluler.
d.      Menurunnya proporsi protein di otak, otot, ginjal, darah, dan hati.
e.       Jumlah sel otak menurun.
f.       Terganggunya mekanisme perbaikan sel.
g.      Otak menjadi atrofis beratnya berkurang 5-10%.
2.      Sistem Persyarafan
a.       Cepatnya menurunkan hubungan persyarafan
b.      Lambatnya dalam merespon dan waktu untuk berfikir
c.       Mengecilnya syaraf panca indra
d.      Berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya syaraf pencium dan perasa lebih sensitive terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.
3.      Sistem Pendengaran.
a.       Presbiakusis (gangguan dalam pendengaran): Hilangnya kemampuan pendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap bunyi suara atau nada-nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti kata-kata, 50% terjadi pada usia diatas umur 65 tahun.
b.      Otosklerosis akibat atrofi membran tympani .
c.       Terjadinya pengumpulan serumen dapat mengeras karena meningkatnya keratin.
d.      Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia yang mengalami ketegangan jiwa/stress
4.      Sistem Penglihatan.
a.       Sfingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.
b.      Kornea lebih berbentuk sferis (bola).
c.       Kekeruhan pada lensa menyebabkan katarak.
d.      Meningkatnya ambang pengamatan sinar, daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat dan susah melihat dalam cahaya gelap.
e.       Hilangnya daya akomodasi.
f.       Menurunnya lapangan pandang,berkurang luas pandangannya.
g.      Menurunnya daya membedakan warna biru atau hijau.
5.      Sistem Respirasi
a.       Otot pernafasan kaku dan kehilangan kekuatan, sehingga volume udara inspirasi berkurang, sehingga pernafasan cepat dan dangkal.
b.      Penurunan aktivitas silia menyebabkan penurunan reaksi batuk sehingga potensial terjadi penumpukan sekret.
c.       Penurunan aktivitas paru ( mengembang & mengempisnya ) sehingga jumlah udara pernafasan yang masuk keparu mengalami penurunan, kalau pada pernafasan yang tenang kira kira 500 ml.
d.      Alveoli semakin melebar dan jumlahnya berkurang ( luas permukaan normal 50m²), Ù menyebabkan terganggunya prose difusi.
e.       Penurunan oksigen (O2) Arteri menjadi 75 mmHg menggangu prose oksigenasi dari hemoglobin, sehingga O2 tidak terangkut semua kejaringan.
f.       CO2 pada arteri tidak berganti sehingga komposisi O2 dalam arteri juga menurun yang lama kelamaan menjadi racun pada tubuh sendiri.
g.      Kemampuan batuk berkurang, sehingga pengeluaran sekret & corpus alium dari saluran nafas berkurang sehingga potensial terjadinya obstruksi.
6.      Sistem Gastrointestinal.
a.       Kehilangan gigi akibat Periodontal disease,kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk.
b.      Indera pengecap menurun,hilangnya sensitivitas saraf pengecapm di lidah terhadap rasa manis, asin, asam, dan pahit.
c.       Eosephagus melebar.
d.      Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.
e.       Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi.
f.       Daya absorbsi melemah.
g.      Liver (hati) makin mengecil dan menurunnya tempat penyimpanan, berkurangnya aliran darah
7.      Sistem Reproduksi.
a.       Menciutnya ovari dan uterus.
b.      Atrofi payudara.
c.       Pada laki-laki testis masih dapat memproduksi spermatozoa meskipun adanya penurunan secara berangsur-angsur.
d.      Kehidupan seksual dapat diupayakan sampai masa lanjut usia asal kondisi kesehatan baik.
e.       Selaput lendir vagina menurun.
8.      Sistem Endokrin.
a.       Produksi semua hormon menurun.
b.      Fungsi paratiroid dan sekresinya tak berubah
c.       Pituitary, pertumbuhan hormone ada tetapi lebih rendah dan hanya ada di pembuluh darah dan berkurangnya produksi dari ACTH, TSH, FSH, dan LH.
d.      Menurunnya aktivitas tyroid, menurunnya BMR (Basal Metabolic Rate), dan menurunnya daya pertukaran zat.
e.       Menurunnya produksi aldosteron.
f.       Menurunya sekresi hormon kelamin misalnya, progesteron, estrogen, dan testosteron.
g.      Sintesa protein menurun
h.      Lean bone mass turun
i.        Penurunan % lemak
j.        Penurunan GH (hormon pertumbuhan )
k.      Penurunan hormon sex.
l.        Pada laki-laki : penurunan libido mengakibatkan penurunan frek aktivitas sex
m.    Pada perempuan : monopause --> atrofi vagina
9.      Sistem Kulit ( Sistem Integumen )
a.       Kulit mengerut atau keriput akibat kehilangan jaringan lemak.
b.      Permukaan kulit kasar dan bersisik karena kehilangan proses keratinisasi, serta perubahan ukuran dan bentuk-bentuk sel epidermis.
c.       Kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu.
d.      Rambut dalam hidung dan telinga menebal.
e.       Berkurangnya elastisitas akibat dari menurunya cairan dan vaskularisasi.
f.       Pertumbuhan kuku lebih lambat.
g.      Kuku jari menjadi keras dan rapuh, pudar dan kurang bercahaya.
h.      Kelenjar keringat berkurang jumlah dan fungsinya.
10.  Sistem kardiovaskuler
a.       Elastis dinding aorta menurun
b.      Perubahan miokara; atrofi menurun
c.       Lemak sub endoicard menurun ; fibrosis, menebal, sclerosis
d.      Katup-katup jantung mudah fibrosis dan klasifikasi (kaku)
e.       Peningkatan jaringan ikat pada Sa Node
f.       Penurunan denyut jantung maksimal pada latihan
g.      Co menurun
h.      Penurunan jumlah sel pada pace maker
i.        Jaringan kolagen bertambah dan jaringan elastis berkurang
j.        Pada otot jantung
k.      Penurunan elastis pada diding vena
l.        Respon baro reseptor menurun
11.  Sistem pernapasan
a.       Gerakan pernapasan : dangkal, sesak napas, otot lemah
b.      Distribusi gas : penumpukan udara dalam alveolus
c.       Volume dan kapasitas paru menurun
d.      Gangguan transportasi gas
e.       Imobilisasi : efusi pleura, pneumothorak, tumor paru
12.  Sistem neurologis
a.       Struktur otak dilatasi ventricular
b.      Atrofi otak
c.       Berat otak < 6-10 % (umur <80 thn)
d.      Perubahan bentuk
e.       Dopamine
f.       Fungsi sensorimotor
g.      Lensa mata tipis
h.      Pupil mengecil
i.        Memori
j.        Kognitif turun
k.      Keterampilan turun
l.        Intelektual turun
m.    Kemampuan psikomotor menurun

Gejalanya :
a.       Pola tidur ( lebih sering tebangun saat tidur )
b.      Perubahan fungsi motorik )pembungkukan postr fleksi kedepan terlambat)
c.       Gaya berjalan kaki diseret
d.      Arthitis dipanggul lutut spina
e.       Osteoporosis
f.       Propiosepsi
13.  Perubahan Sistem Urinari
a.       Ginjal, Mengecil dan nephron menjadi atropi, aliran darah ke ginjal menurun sampai 50 %, penyaringan diglomerulo menurun sampai 50 %, fungsi tubulus berkurang akibatnya kurangnya kemampuan mengkonsentrasi urin, berat jenis urin menurun proteinuria ( biasanya + 1 ) ; BUN meningkat sampai 21 mg % ; nilai ambang ginjal terhadap glukosa meningkat.
b.      Vesika urinaria / kandung kemih, Otot otot menjadi lemah, kapasitasnya menurun sampai 200 ml atau menyebabkan frekwensi BAK meningkat, vesika urinaria susah dikosongkan pada pria lanjut usia sehingga meningkatnya retensi urin.
c.       Pembesaran prostat ± 75 % dimulai oleh pria usia diatas 65 tahun.
d.      Atropi vulva.
e.       Vagina, Selaput menjadi kering, elastisotas jaringan menurun juga permukaan menjadi halus, sekresi menjadi berkurang, reaksi sifatnya lebih alkali terhadap perubahan warna.
f.       Daya sexual, Frekwensi sexsual intercouse cendrung menurun tapi kapasitas untuk melakukan dan menikmati berjalan terus.
g.      Nevron berkurang disertai perubahan fungsi tubuler ginjal
h.      Kapasitas kandung kemih berkurang
i.        Tegangan spingter berkurang
j.        Pada laki-laki : terjadi benigna hipertropi prostate
k.      Pada perempuan : perubahan tegangan otot pelvis
14.  Perubahan sistem musculoskeletal
a.       Otot-otot atrofi
b.      Fibrosis
c.       Massa tonus / kekuatan otot menurun
d.      Otot lebih menonjol dari ektremitas yang kecil dan lemah
e.       Regeditas otot meningkat terutama ektremitas dan leher
f.       Mikro arsitektur berubah


Jika anda membutuhkan buku panduan membuat program aplikasi Tugas Akhir, Skripsi dan Tesis Ilmu Komputer, anda dapat mengunjungi web http://www.bukuskripsi.com