Bagi ibu-ibu yang sedang menyusui tanpaknya ibu harus membaca artikel tentang kebutuhan ASI berikut iini, agar kita tau apakah buah hati kita sudah mendapatkan ASI sesuai dengan kebutuhannya.
Penelitian menunjukkan kalo bayi ASI eksklusif rata-rata dalam
sehari minum sebanyak 750ml/hari antara usia 1 dan 6 bulan. Tapi ini
hanya ukuran secara rata-rata aja, tentunya setiap bayi memiliki ukuran
tersendiri; secara umum variasinya antara 570-900 ml dalam sehari.
Kita dapat menggunakan informasi ini untuk melakukan perkiraan kebutuhan minum bayi, langkahnya sebagai berikut:
Perkirakan total rata-rata berapa kali dalam sehari (24 jam) bayi minum ASI?
Lalu lakukan perhitungan ini: 750ml / jumlah total anak minum dalam sehari. Contoh: 750ml / 8 kali minum dalam sehari.
Hasil hitungan ini paling tidak bisa sedikit memberikan gambaran berapa besarnya kebutuhan bayi anda sekali minum.
Contoh: Jika bayi biasanya minum ASI sebanyak 8 kali per hari, berarti
kira-kira rata-rata bayi membutuhkan 93,75ml sekali minum (750ml/8 =
93,75ml).
Perhitungan ini akan berubah bila si kecil sudah mulai
mendapatkan MPASI yang membuat konsumsi ASI-nya perlahan berkurang. Tapi
ASI tetap menjadi asupan nutrisi utama si kecil selama tahun pertama.
Karena jumlah MPASI yang diterima setiap bayi saat dia berumur 6-12
bulan berbeda-beda, asupan ASI yang dibutuhkan setiap bayi juga berbeda.
Sebuah penelitian menunjukkan rata-rata ASI yang dikonsumsi bayi
berumur 7 bulan adalah 875 ml per hari dan untuk bayi berumur 11-16
bulan adalah 550 ml per hari. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi
ASI balita yang berumur 12-24 bulan adalah 400-550 ml per hari dan
untuk balita berumur 24-36 bulan adalah 300-360 ml per hari.
Bila Konsumsi ASI si Kecil Lebih Banyak dari Perhitungan
Kalau si kecil menghabiskan ASI lebih banyak dari perhitungan Mama,
Mama perlu mengecek apakah si kecil diberi terlalu banyak ASI
(overfeeding) ketika Mama sedang tidak di rumah. Overfeeding bisa
disebabkan oleh:
Botol dengan dot yang alirannya terlalu cepat.
Dot dengan aliran yang cepat meningkatkan resiko overfeeding, karena si
kecil akan kewalahan menerima aliran ASI sehingga dia tidak bisa
mengontrol kapan dia harus berhenti karena kenyang. Mama bisa mengecek
kecepatan aliran dot si kecil dengan memperhatikan tetesan ASI yang
keluar dari dot saat botol dibalikkan. Kecepatan aliran yang bisa dengan
mudah dikendalikan oleh si kecil adalah satu tetes ASI setiap detik.
Memberikan ASI dalam botol kepada si kecil setiap dia menangis.
Tangisan bayi tidak selalu berarti dia lapar, jadi bila dia diberikan
ASI setiap kali dia menangis, maka resiko overfeeding akan menjadi lebih
besar. Bila si kecil menangis, cek apakah dia menangis karena
menginginkan ASI atau karena hal lain seperti mengantuk, minta
digendong, dan lain sebagainya.
Si kecil suka mengempeng. Saat
menyusui langsung dari Mama, si kecil bisa mengontrol jumlah ASI yang
keluar dan hanya akan meminum sedikit ASI bila dia hanya ingin
mengempeng (comfort sucking). Tapi saat minum ASI dari botol, dia tidak
bisa mengontrol aliran ASI yang keluar, sehingga dia akan meminum ASI
walaupun dia tidak lapar. Akibatnya: overfeeding. Pertimbangkan
memberikan si kecil hal lain selain botol susu untuk memenuhi
kebutuhannya mengempeng.
Bila Konsumsi ASI si Kecil Lebih Sedikit dari Perhitungan
Bila si kecil mengkonsumsi ASI lebih sedikit dari perhitungan Mama,
bisa jadi dia melakukan reverse-cycling, di mana dia hanya meminum ASI
dari botol untuk menghilangkan rasa laparnya, lalu menunggu Mama untuk
memuaskan rasa laparnya dengan menyusui dari Mama secara langsung. Bila
hal ini terjadi, si kecil akan menyusui lebih sering dan dalam durasi
lebih lama dari biasanya begitu Mama kembali ke rumah. Reverse-cycling
biasa terjadi pada bayi ASI Eksklusif, terutama pada bayi yang baru
belajar minum ASI dari botol. Ada beberapa tips untuk Mama bila si kecil
melakukan reverse-cycling:
Bersabar. Anggap saja reverse-cycling ini sebagai suatu pujian karena si kecil lebih memilih Mama daripada ASI dalam botol.
Simpan ASI dalam jumlah yang lebih sedikit per botol agar tidak banyak ASI yang terbuang
Jangan terlalu khawatir si kecil kelaparan karena tidak minum ASI dalam
waktu lama, karena sebenarnya beberapa bayi tidur sepanjang malam
selama 8 jam tanpa mengkonsumsi ASI. Awasi saja pertumbuhan berat badan
si kecil dan jumlah popok kotornya untuk memastikan si kecil mendapatkan
ASI yang cukup
Pastikan si kecil mendapatkan waktu yang cukup untuk menyusui langsung dari Mama saat Mama berada di rumah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar